Langsung ke konten utama

Kisah Yang Belum Terungkap, Maaf Yang Terlambat.

Maaf..
Satu kata memberi banyak perubahan.
maaf..
satu kata yang terkadang sulit untuk di ungkapkan..

Banyak kisahku yang berhubungan dengan kata maaf yang tekadang aku sesali, kenapa kata itu sulit untuk aku ucapkan pada waktu itu.

Dulu waktu aku masih sekolah di PM Gontor aku punya sahabat baik, namanya cime. aku pernah bertengkar dengannya hanya karena hal sepele, dia adalah orang yang suka berceri tetang banyak hal. pada suatu hari aku merasa semua yang dia ceritakan itu terlalu berlebihan terlalu di buat-buat menurutku. hingga akhirnya aku merasa jengkel dengan semua yang dia ceritakan ini. aku merasa muak disaat itu. hingga akhirnya saat itu bulan ramadhan sebelum menjelang buka puasa aku marah padanya hanya karena segelas es buah. dan setelah itu kami tidak pernah saling sapa lagi. padahal kami adalah teman satu kamar, satu bidang di OPPM yakni di bagian Kesenian yang mengharuskan kita untuk saling berkomunikasi. dan kami hanya berkomunikasi tentang pekerjaan tidak untuk hal lain.
Hingga akhirnya Idhul Fitri tiba, dengan setulus hati kami saling meminta maaf. tapi, hubungan kami tidak baik seperti dulu, kami masih sama berbicara hanya seperlunya saja. hingga akhirnya kami akan segera lulus, aku baru sadar dan menyesal. aku menyesal karena waktu yang berlalu aku jalani dengan hanya dengan egoku, menyesal karena setelah lulus aku akan sulit bertemu denganmu, menyesal kenapa waktu yang tersisa tidak aku gunakan untuk berbagi kisah indah denganmu. dan aku sadar kalau itu salah setelah kita semua akan terpisah, hidup didunia yang berbeda.

buat sahabatku cime, walaupun kisah ini sudah sangat lama, maaf, aku benar-benar minta maaf untuk semua yang  telah berlalu. karena waktu tidak mungkin kembali lagi. hanya kata maaf yang bisa terucap dari sahabatmu yang bodoh ini. dan terima kasih telah menjadi sahabatku.




for my lovely sister cime..
i miss u. love u.

_ha_ 

Rabu, 27 April 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DEJA VU

Deja vu.. Seperti sesuatu keadaan yang pernah terjadi terulang kembali dimasa yang berbeda. Deja vu.. Mungkin itu kata yang tepat untuk mengungkapkan kisah yang terjadi padaku. Seperti kisah yang telah aku tulis sebelumnya, kisah itu terulang kembali. Seperti menggores pisau tepat pada luka pisau yang lama. Masalah yang sedikit berbeda tapi masa dan keadaan yang sama. Tepat sebelum Ramadhan, tepat kami dilingkaran yang sama. Sama dengan keadaan belum bisa keluar dari lingkaran itu, dan harus terus saling bekerjsama. Deja vu... Sama, tidak saling sapa seperti orang yang tidak saling kenal. Sama sebelumnya adalah sahabat dekat sebelum terjadi masalah itu. Dan akhirnya masing-masing bersikap yang sama, tidak ada yang ingin menyapa terlebih dahulu. Masing-masing dengan pendapatnya sendiri dan dengan egonya sendiri. Deja vu.. Karena ini deja vu, seharusnya  akan tau akhirnya seperti apa. Hanya apakah ingin mengakhiri dengan akhir yang sama atau ingin membuatnya b...

AKU

Aku. Namaku, hmmmm tak usah deh, sebut saja aku an. aku lahir hari selasa, 29 Desember 1992 disebuah desa transmigrasi. Aku, keluagaku adalah orang jawa, mereka ikut transmigrasi ke Gorontalo yang menjadi tanah kelahiranku. Ada beberapa ingatan masa kecilku yang aku ingat. Yang ingin aku tuangkan dalam blog ini. Karena aku tak ingin lupa semua kisah-kisah hidupku. Mungkin ini dulu perkenalanku. An.